If you get serious, you get stupid. Laughter is the close distance between two person.

Saturday, May 26, 2012

Kothbah dan Ayam Jago

Suatu hari di rumah ibadah, seorang pemimpin umat sedang ber-kothbah dihadapan ratusan umatnya. Ditengah kothbahnya, dia berkata dengan keras,

"Wahai saudara saudara ku sekalian yang terkasih... Jika kita ingin memberi kepada sesama hendaknya kita memberikannya yang terbaik. Semua milik kita pun sebenarnya adalah milik Tuhan, kita cuma dititipkan saja,"

Beberapa saat kemudian tausiah selesai. Pemimpin umat ini dikerumuni umatnya. Disela-sela kesibukannya, ada anaknya yang hari itu ikut mendengarkan kothbah ayahnya. Senang sekali si anak mendengarkannya, namun si anak ingat bahwa ia berjanji bertemu dengan teman yang dari luar kota. Dengan segera si anak berpamit pada ayahnya.

Benar saja, belum lama ia tiba dirumahnya ternyata teman dari luar kotanya sudah tiba. Mereka ngobrol-ngobrol. Di tengah asyik mencicipi snack dan softdrink, sang teman menanyakan,

"Itu ayam jago siapa? Bagus tuh,"

Si anak bertanya,

"Emangnya kamu mau ayam jago itu?"

Dengan senang sang teman menjawab,

"Ya maulah,"

Dijawab lagi oleh si anak,

"Ya udah, ambil aja,"

Beberapa saat kemudian, sang teman berpamitan pulang. Sekembalinya dari rumah ibadah, si ayah menanyakan pada anaknya apakah tadi meliat ayam jagonya. Si anak menjawab bahwa barusan ayam jago tersebut telah diberikan pada temannya karena temannya menginginkannya.

Tiba-tiba tangan si ayah mendarat dengan keras dipipi si anak. Si anak bertanya,

"Bukankah ayah tadi ber-kothbah bahwa jika kita memberi harus yang terbaik? Semua milik Tuhan, kita pun hanya dititipkan!"

Namun dengan wajah yang tetap sangar si ayah berteriak,

"Bodoh kamu! Itu cuma kotbah! Hanya untuk kita katakan, bukan kita lakukan!"

Si anak menangis dan berlalu. Konon, sejak itu ia tidak mau mendengar kotbah ayahnya lagi.

***

Renungan kita:

Orang yang munafik bicaranya santun, lembut, tampilannya begitu JUJUR, baik, dan bersih seolah- olah sungguh-sungguh tanpa cacat dan dosa. Mereka biasanya pandai memutar balik kalam dan fakta. Contohnya berbicara suka menyumbang untuk rumah yatim piatu, padahal itu hanya bicara saja karena mereka hanya  "talk the talk" dan sulit menemukan cacat celanya mereka. Pada umumnya mereka yang munafik, sungguh lihai menebar jerat yang mencelakakan orang lain. Namun mereka terlihat arif dan santun serta bijaksana.

Mereka yang hitam pun namun tampaknya putih cemerlang, tentu saja sangat mengecoh dan menipu kita semua. Hal ini jauh lebih berbahaya karena ini pun mudah menular sekaligus menyebar dengan cepat, mempengaruhi bahkan menebar bahaya yang tidak terlihat tapi berakibat sangat fatal.

Ini seperti virus yang berbahaya, tidak terdeteksi, sulit terlihat sehingga obatnya pun susah ditemukan. Biasanya, begitu korban terlepas dari musuhnya, langsung tertipu SEKUTUNYA (yang tampilannya baik).
Mereka menutupi kesadaran orang dengan pikiran gelap dan nafsu sesat di jalan yang terang sehingga yang kita tonton adalah Pertunjukan Sandiwara mereka bukan Realita.

Hanya Indonesian Emotion Quotient (IEQ) sebagai Anti Virus yang bisa membawa Kesadaran Sahabat semakin manusiawi dari waktu ke waktu karena IEQ mampu  membuka pintu Hati dan Pikiran Sahabat yang tertutup atau bahkan terkunci. Baik ya!

No comments:

Post a Comment