If you get serious, you get stupid. Laughter is the close distance between two person.

Friday, June 8, 2012

Genggaman Tak Berharga

Dalam perjalanan hidup setiap orang, pastilah ia akan melangkah sesuai dengan pegangan atau prinsip hidupnya. Akan tetapi, yang menjadi permasalahannya apakah hal yang dipegang tersebut berpadanan dengan kebenaran Tuhan? Jika tidak, alangkah bijaknya kita rela melepaskan pegangan atau prinsip tersebut dari kehidupan kita.

Suatu kali, ada seorang anak laki laki yang kedapatan sedang bermain main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya kedalam vas itu, namun ia tidak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha dengan keras untuk menolongnya, namun semua usaha mereka jadi sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas bunga yang indah itu, lalu sang Ayah menarik nafas dan berkata,

“Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik.”

Jawaban yang mengejutkan ayahnya adalah si Anak menjawab,

“Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti yang telah Ayah. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya!!! Saya tidak mau hal ini terjadi.”

Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tidak berharga namun telah begitu merampas kebebasan kita selama ini. Terkadang kehidupan dalam Dosa pun dianggap sebagai “suatu harta yang berharga” yang sesungguhnya telah membutakan Mata Batin kita. Padahal sebagai orang yang tunduk dan percaya dan setia didalam Tuhan, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa namun yang menjadi kesulitannya adalah ketika kita tidak rela melepaskan yang telah kita anggap berharga dan kita lebih memilih untuk hidup dalam kesesakan yang sesat hanya karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat yang sesat.

Adalah hal yang sulit jika kita harus rela melepaskan prinsip duniawi dan sesuatu yang telah menjadi pegangan atas hal hal yang terlanjur kita sukai dan kita anggap berharga dalam kungkungan dosa. Akan tetapi yang namanya sulit pun bukan berati tidak bisa. Tuhan bersabda bahwa kuasa dalam diri kita yang telah kita terima dari Tuhan itulah yang memampukan kita untuk melepaskannya sehingga kita bebas dari belenggu dosa.

Konon ada cerita, setelah masyarakat Indonesia memakai NARCIS abis, ternyata yang namanya Setan pun pada akhirnya mengeluh dan mengelus dada karena semua peran, tugas, tanggungjawab, dan wewenangnya telah diambil alih masyarakat Indonesia yang Narcis. Selanjutnya Setan bertanya dengan gundahnya,

"Ada pesaing berat nih... Apa mulai sekarang saya harus alih profesi? By the way, sebagai Setan di Indonesia bikin Dosa aja udah sulit apalagi bikin Pahala!"

Kemabli ke topik bahwa kemerdekaan sejati akan menjadi milik Sahabat jika Sahabat berani melepaskan genggaman tersebut yang tidak berharga di Mata Tuhan dan Sahabat mau kembali membuka pintu Hati Sahabat seluas-luasnya.

Semua kembali ke diri Sahabat, ya kembali kepada diri Sahabat karena dengan IEQ maka kuasa tersebut membuat pilihan dan putusan ada di tangan Sahabat sendiri, apakah mau melepaskan yang cuma membuat kegaduhan dan memberi kenikmatan sesaat yang sesat pula  atau tidak. Begitulah kehidupan Sahabat, bisa menjadi lebih baik pada saat Sahabat menyerahkan bejana hidup Sahabat ke Tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang Sahabat anggap berharga namun bertentangan dengan pandangan Tuhan, lalu Sahabat mulai komitmen dan tanggungjawab menjalani kehidupan yang baik dan benar dalam ikatan Kasih kepada Tuhan, sesuai dengan  Hati Nurani Sahabat.

No comments:

Post a Comment