If you get serious, you get stupid. Laughter is the close distance between two person.

Thursday, June 28, 2012

Today Without Corruption!


Kaum muda kerap merasa terasing dalam masyarakat sehingga tidak mempunyai kesempatan untuk dapat berperan aktif dalam membangun bangsa. Hal ini terjadi pada kehidupan nyata bahwa kaum muda yang dianggap belum cukup matang, suka emosional dan belum berpengalaman dalam hal kebangsaan. Selain itu, kaum muda juga dianggap sebagai orang-orang yang lebih pantas untuk mengenyam pendidikan terlebih dahulu, supaya bisa berguna bagi nusa dan bangsa. “Tuntutlah ilmu
sampai ke negeri cina”, itulah pepatah yang pantas bagi kaum muda. (Lagi lagi, salah apa lagi tuh Ilmu, kasian bener)

Padahal, di balik itu semua, ada dampak negatifnya. Sebab, apabila kaum muda harus terus menerus dituntut jadi ahli dalam bidangnya masing-masing tanpa  mempedulikan lingkungan sekitar, maka yang terjadi adalah hilangnya rasa kepedulian, bahkan rasa nasionalisme para pemuda pun turut menghilang dalam diri tiap kaum muda. Karena yang ada dalam pikiran hanyalah cita-cita semata untuk dapat menyelesaikan pendidikan sebaik dan setinggi mungkin.

Dari dalam diri tiap-tiap kaum muda, dengan dituntun “IEQ” maka akan  tumbuh dan kembang  rasa percaya diri sejak dini. Selain itu, memiliki jati diri juga penting sehingga tidak muda diombang-ambing oleh berbagai hal yang sifatnya eksternal yang sewaktu-waktu bisa menyerang kepribadian seorang kaum muda. Kalau sudah begitu, maka apa saja yang ingin dilakukan akan mudah berhasil karena telah tumbuh rasa optimis, pantang menyerah dari dalam diri dan ketika memiliki cita-cita akan mempunyai semangat juang yang tinggi untuk meraihnya.

Seorang kaum muda harus sadar di mana dia berada. Pepatah mengatakan di mana bumi kita injak di situ langit kita junjung. Oleh karena itu, setiap cita-cita yang ditanam dalam jiwa dan raga ini, semua yang diinginkan, diimpikan, dicita-citakan, hendaknya berfokus dan bertujuan pada bangsa ini. Misalnya saja, bercita-cita ingin menjadi seorang ilmuwan, seorang ahli biologi misalnya, maka akan menyelesaikan pendidikan yang sejalan dengan cita-citanya itu. Dengan kemampuan, tekad yang kuat, orang tadi pun bia menyelesaikan pendidikannya di universitas terbaik di Indonesia, bahkan di dunia. Lalu, ilmu yang telah diraih dapat dipakai untuk membangun bangsa ini, misalnya mengabdi menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Seorang ahli biologi nantinya bisa bekerja sama dengan orang-orang di bidang kedokteran untuk menemukan antivirus berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti yang sekarang sedang mewabah tidak hanya di Indonesia, tapi juga menghantui masyarakat dunia, yaitu flu babi karena sesungguhnya, Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis sehingga virus-virus dari luar negeri mudah sekali berkembang biak di negara ini. Ini Cuma contoh kecil dari sekian banyak impian yang bisa muncul dalam benak kaum muda.

Dalam hal ini, kaum muda mempunyai seorang panutan, yaitu B.J. Habibie, bagaimana beliau berhasil menyelesaikan program doktornya di Jerman dengan predikat cum laude, kemudian kembali ke Indonesia dan mempergunakan ilmunya itu untuk mengembangkan IPTN (sekarang bernama PT DI) dan berhasil membuat pesawat, sehingga dunia internasional tidak bisa lagi menganggap Indonesia adalah negara yang terbelakang.
Dalam kondisi seperti sekarang, ketika meraih cita-cita, kaum muda perlu adanya panutan, teladan, yang terus dapat memotivasi di saat mengalami kendala dan rintangan, di mana pemikiran sudah terbuka, era globalisasi, dan persaingan yang ketat secara ilmu pengetahuan dan juga teknologi, Satu hal yang bisa dilakukan oleh untuk mengembangkan diri adalah, menggali potensi yang menguntungkan, misalnya saja belajar masakan tradisional, sehingga dapat terus melestarikan masakan tersebut yang merupakan identitas bangsa ini. Ikut sanggar tari juga bisa dilakukan, dan apabila memiliki potensi dan bakat di bidang tari, maka akan menjadi penari profesional yang selain dapat dijadikan mata pencaharian, dapat pula mengharumkan nama bangsa di dunia internasional lewat kesenian. Lakukan mulai dari hal-hal kecil, tetapi tetap memiliki semangat dan motivasi yang besar.
Dengan “IEQ”, tiap-tiap pemuda Indonesia memiliki ketangguhan semangat juang dan pantang menyerah, sehingga tercipta kepercayaan diri yang tinggi, terlebih untuk dapat membanggakan bangsa Indonesia. Menjadikan ”IEQ” sebagai identitas pribadi dan mudah diaplikasikan langsung di dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Menilik dari sila ketiga Pancasila, yaitu “Persatuan Indonesia”, artinya setiap rakyat Indonesia adalah satu dari Sabang sampai Merauke walaupun Indonesia terdiri dari 13.667 pulau yang tersebar di tanah Nusantara ini yang juga terdiri dari beranekaragam agama, suku, dan ras, namun warga negara Indonesia tetaplah satu dan hidup gotong-royong. Oleh karena itu, sudah selayaknya seluruh bangsa Indonesia ini senasib sepenanggungan, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Maka, pemuda Indonesia harus sadar betul akan keanekaragaman di bangsa ini, tak terkecuali kesenjangan ekonomi yang tidak bisa dipungkiri lagi sudah menjadi salah satu ciri dalam kehidupan sosial. Contohnya saja, pemukiman kumuh di daerah ibukota Jakarta. Di Jakarta, sangat jelas terlihat kesenjangan ekonomi, bagaimana Jakarta yang menjadi kota metropolitan sekaligus pusat pemerintahan dan perekonomian bangsa ini, namun masih terdapat banyak warga masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Para pemuda harus peka terhadap hal ini.

Dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinan, pemerintah mewujudkan suatu konsep, yakni ekonomi kreatif dan tahun 2009 dicanangkan sebagai tahun ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif tidak lain dan tidak bukan merupakan bentuk lain dari kemandirian yang pada dasarnya ingin menghindarkan diri dari sifat konsumtif. Tahun ekonomi kreatif dijadikan sebagai tahun atau waktu di mana ekonomi kreatif lebih digalakkan lagi. Tahun 2009 hanya dipakai sebagai momentum saja, karena pada tahun-tahun sebelumnya ekonomi kreatif ini sudah dimulai.
Berbicara soal kreatifitas, maka kaum mudalah yang jadi juaranya, karena kaum muda hidup dalam usia produktif yang mampu untuk berpikir cerdas, bekerja, dan berkreasi. Oleh karena itu, pemuda tidak boleh menyia-nyiakan kemampuan  yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Lalu, ekonomi kreatif seperti apa yang dimaksudkan? Ekonomi kreatif yang berbasis Kerakyatan dan sesuai dengan Pancasila, merupakan warisan budaya, dan teknologi informasi.  Dari kedua basis ekonomi kreatif  ini, ada satu hal yang benar-benar ingin ditonjolkan, yakni nasionalisme bangsa. Bagaimana warisan kebudayaan bangsa Indonesia yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi dapat memudahkan para pemuda untuk memunculkan kembali dan memupuk rasa nasionalisme, bahkan tidak hanya itu, karena dengan menggali kebudayaan bangsa ini yang bersifat komersial atau memiliki nilai jual yang sangat tinggi, dari situlah ekonomi kreatif berperan.

Ekonomi kreatif yang berbasis pada warisan, contohnya adalah batik. Kaum muda dengan kreatifitas tinggi telah dapat mengangkat batik sebagai corak busana pada saat ini. Selain itu, batik yang dahulunya identik dengan orang tua, saat ini telah menjadi trend di kaum muda. Tidak hanya sebagai pemakai busana batik, banyak juga kaum muda yang pandai membuat kreasi corak  batik, dan menjadikan busana batik sebagai lahan bisnis. Dengan memakai busana batik, seseorang dapat meningkatkan rasa nasionalismenya dan  memiliki kecintaan pada warisan nenek moyang negeri ini.

Ekonomi kreatif yang berbasis pada budaya, contohnya adalah kesenian. Banyak kesenian di Indonesia ini yang mengikat peminat dari negara lain untuk datang ke Indonesia dan melihat kesenian itu. Karena pada kenyataannya, saat ini masih ada kegiatan budaya yang masih ditempatkan sebagai ajang seremonial tetapi belum dipandang sebagai peluang yang menguntungkan bagi Indonesia. Ini bisa dijadikan lahan bisnis bagi para pemuda yang dapat mengakomodir suatu pertunjukan kesenian di suatu daerah dan dengan bekerja sama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, bisa dipromosikan, sehingga mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara. Misalnya saja Upacara Ngaben di Bali, acara ini mengikat banyak turis untuk datang ke Bali.

Ekonomi kreatif yang berbasis pada teknologi informasi merupakan perpaduan IPTEK dan seni dagang. Di mana seorang pemuda dituntut memiliki otak yang jenius, misalnya saja mampu membuat suatu alat atau mainan yang jenisnya pun ditentukan oleh selera pasar supaya dapat terjual.

Oleh karena itu, pemuda teruslah berkarya, sebagai tanda ucapan syukur kepada Sang Pencipta yang telah menganugerahkan kemampuan dan juga untuk bangsa dan negara ini, karena selain dapat memupuk rasa nasionalisme juga dapat membantu roda perekonomian bangsa ini.

Kaum muda memiliki peran yang cukup banyak di bangsa ini, tidak terkecuali dalam hal pemerintahan yang lekat kaitannya dengan dunia politik. Kaum muda adalah calon pemimpin bangsa, oleh karena itu mulai saat ini, tidak hanya masalah kepemimpinan yang banyak diajarkan, namun yang tidak kalah pentingnya adalah persoalan dari dalam diri kaum muda atau kepribadian yang baik dan terpuji.

Namun, hal yang lebih besar daripada itu adalah moral orang-orang yang dipilih untuk memegang amanat rakyat mulai dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi, misalnya orang-orang yang duduk di kursi DPR dan MPR, atau lembaga-lembaga negara lainnya. Yang diperlukan oleh seorang pemimpin adalah moral yang baik, tulus dan ikhlas dalam mengemban tugas, benar-benar ingin melayani rakyat.

Jika Tanpa ”IEQ”,siapa yang bisa menjamin bahwa ribuan calon legislatif yang fotonya terpampang di surat suara pemilihan caleg yang lalu memiliki moral yang terpuji dan benar-benar ingin melayani rakyat Indonesia. Maka dari itu, ”IEQ” memang perlu di gali-tumbuh-kembang sejak kecil, supaya dapat menghasilkan generasi mendatang dengan kepribadian yang baik dan terpuji. Moral yang baik memang hanya dapat ditumbuhkan oleh ”IEQ” kedalam diri sendiri dan lingkungan sekitar, termasuk keluarga.

Mahasiswa yang tercakup dalam kaum muda lekat dengan sebutan “the agent of change”, yang memberikan arti bahwa mahasiswa mampu melihat seperti apa bangsa ini sekarang dan akan melakukan perubahan-perubahan bidang-bidang yang belum baik menjadi lebih baik, mempertahankan apa yang sudah baik dan mampu menciptakan hal-hal baru demi kemajuan bangsa. Apa yang perlu diubah dari bangsa ini adalah jelas setiap pemimpin yang bermoral buruk sehingga mau melakukan tindakan yang merugikan rakyat, misalnya korupsi.

Banyaknya kasus korupsi saat ini, juga harus mendapatkan perhatian dari kaum muda. Bagaimana kaum muda memandang hal ini, sekaligus menghapus tindakan korupsi yang merajalela.. Memang sudah ada lembaga yang bertanggung jawab terhadap masalah korupsi, namun akan lebih baik lagi apabila menganggap masalah ini sebagai tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, Cukup kembali kepada cita-cita luhur Kemerdekaan dan UUD 1945 serta Pancasila.

Rakyat Indonesia sudah begitu geram dengan berbagai kasus korupsi yang ada di negeri ini. Bagaimana bangsa ini yang begitu menjunjung tinggi kemanusiaan dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, namun ada rakyatnya yang mau melakukan hal yang tidak terpuji dan merugikan banyak orang (Manusia Purba = Pura-pura Baik). Apalagi para koruptor di negeri ini berasal dari kalangan atas yang sehari-hari tidak kurang makan. Mereka adalah para pejabat, yang menyalahgunakan kekuasaan untuk meraup keuntungan. Mereka adalah orang-orang yang dipilih rakyat dalam pemilu, yang diharapkan bisa mengerti keadaan, kondisi, dan keperluan rakyat. Namun, apa yang terjadi? Mereka yang digaji puluhan juta, yang jelas saja itu adalah uang rakyat, tapi mereka malah merugikan rakyat. Dengan gaji yang tinggi ditambah tunjangan sana-sini, rumah dinas, mobil mewah, sama sekali mereka tidak kekurangan apa-apa. Namun ternyata semua itu belum cukup, masih mau uang yang lebih banyak lagi.
"Daripada seribu kali memangkas ranting dan cabang pohon KORUPSI, akan lebih efektif bila Sahabat sekali saja memenggal akarnya" Ayo, kaum muda yang akan memimpin bangsa ini harus belajar dari apa yang telah terjadi saat ini. Hal yang bisa dilakukan sekarang adalah amalkan “IEQ” (Bukan AFALkan, nanti Cuma cape doang), karena pada dasarnya akhlak yang baik sangatlah diperlukan, selain ilmu dan keterampilan tentunya.


Akhirnya “IEQ” telah turut mewarnai dunia.... Menjadi indah... Baik ya....

No comments:

Post a Comment