If you get serious, you get stupid. Laughter is the close distance between two person.

Saturday, June 23, 2012

When the process is not stopped...

Ketika melihat anaknya berbohong, seorang Ibu menjadi heran sekaligus resah. Dia pun bertanya kepada sahabatnya, “Mengapa anak saya bisa berbohong? Siapa yang mengajarkan”. Sahabatnya pun menjawab, “Dia melihat dan
meniru dari teman-temannya, menonton televisi, dari sanalah dia tahu berbohong. Anak kan pengamat yang cermat sekaligus peniru yang hebat lho...”

Memang, pelanggaran atau dosa tidaklah berdiri sendiri, tidak terjadi begitu saja, ada pengaruh, proses dan waktu. Ada tiga tahap yang menunjukkan proses tersebut terjadi, yaitu:

  • Memperhatikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang tanpa sengaja seseorang melihat sesuatu yang bisa membawanya ke perbuatan dosa, namun jika hanya selintas melihat sesuatu dan kemudian mengabaikannya maka tidak akan terseret ke perbuatan dosa. Semua ini terjadi karena telah lebih dari sekedar melihat, lebih tepatnya untuk mudah dipahami dengan istilah Memperhatikan. Memperhatikan disini dapat mewakili semua tindakan yang menggunnakan panca indera kita yang lainnya. Jadi, orang yang tidak melihat pun bisa berbuat dosa karena dia bisa mengecap, mencium, mendengar dan merasakan sesuatu. Boleh dikatakan bahwa panca indera adalah pintu masuk untuk sebuah dosa.

  • Mengingini. Mengingini sama artinya dengan menyukai atau menyenangi. Ini adalah perasaan mau memiliki. Ketika tahap memperhatikan tidak bisa dihentikan, maka timbul keinginan di dalam diri seseorang untuk memiliki atau merasakan. Mengingini disini dimaksud  keinginan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Sampai disini, seseorang masih bisa membatalkan dosanya, dengan cara menghentikan prosesnya terjadi dosa, dengan mengabaikan keinginan buruk tersebut, namun jika dibiarkan tetap bercokol di dalam dirinya maka sudah pasti, cepat atau lambat akan mewujudkannya.

  • Mengambil dan Menyembunyikan. Setelah memperhatikan dan mengingini, mau tidak mau dia didorong nafsu untuk bertindak, yaitu mengambil dan menyembunyikan. Dorongan nafsu tersebut sudah tidak bisa ditahan lagi karena telah begitu kuat agar diwujudkan dalam tindakan nyata.

Bukan tidak mungkin, proses seperti ini, telah menghantui disekitar kehidupan Sahabat  semua bahkan telah seperti budaya saja. Hal yang sama telah seringkali di praktekan masyarakat juga  para koruptor di negara kita. Memperhatikan, ada sarana prasarana penunjang, dan peluang, kemudian mengingini lalu mengambil dan menyembunyikannya. Ada banyak hal yang bisa dilihat di dunia ini, entah benda, entah lawan jenis, entah itu jabatan. Kalau orang melihatnya dengan cara sungguh-sungguh memperhatikan, maka timbul keinginan memilikinya walau  yang bertentangan dengan Tuhan, setelah itu yang  muncul adalah keberdosaan selamanya. Mari Sahabat  semua waspada dengan segala hal yang ditangkap paca indera Sahabat, jangan mengingini sesuatu yang bukan hak milik Sahabat.

Dengan Kasih di Hati Nurani, Sahabat mampu menghindar dari Keserakahan yang ada di dalam diri, Keserakahan berujung menipu, mencuri atau korupsi. Dan ada yang bilang bahwa Korupsi itu lebih berbahaya daripada prostitusi karena prostitusi merusak kehidupan seseorang namun Korupsi meruntuhkan mental suatu bangsa.

Sahabat bisa membunuh monster ini sedari kecil. Apapun alasannya, hasil kejahatan tersebut tentunya tidak dapat dibenarkan untuk disumbangkan ke rumah tetangga rumah tangga alias keluarga, rumah ibadah atau untuk melakukan ibadah apapun, tetap saja jadi sesat bagi yang mencicipinya.

Saya jadi teringat dengan pesan, Greed is Good berubah menjadi Greed is GOD, artinya Kecintaan akan uang adalah sumber kejahatan, demikian pula dengan ketiadaan akan uang pun adalah akar kejahatan. Sahabat harus mensikapi dengan bijak dan jernih dan jangan terjebak pada salah satu kutub tersebut.

Patut disadari bersama pula bahwa sekeras apapun hukuman terhadap pelaku kejahatan tidak akan pernah menghapus kejahatan itu sendiri.

Jika mata ganti mata, gigi ganti gigi, koruptor dipotong tangannya maka nantinya lingkungan kita akan dipenuhi orang buta, orang yang tanggal gigi dan orang lengan buntung. 

"Daripada seribu kali memangkas ranting dan cabang pohon kejahatan, akan lebih efektif bila Sahabat sekali saja memenggal akarnya", ya dengan IEQ.

Ketangguhan IEQ mampu memenggal akar tersebut sekaligus membangun Kesadaran Mental dan Karakter Bijak Sahabat sesuai citra Tuhan selanjutnya hidup akan Bahagia, Tenang, Damai dan Sejahtera. "Hidup ini bukan saja tentang apa yg Sahabat miliki atau tak Sahabat miliki, tapi tentang apa yg Sahabat lakukan atau tak lakukan." Jangan awali hari Sahabat dengan penyesalan hari kemarin, karena akan menggangu hebatnya hari ini, dan akan merusak indahnya hari esok. Dengan demikian Hidup pun jadi INDAH... YUK!

No comments:

Post a Comment