If you get serious, you get stupid. Laughter is the close distance between two person.

Wednesday, June 13, 2012

Topeng Kekayaan


Menyambung cerita Topeng Kearifan Lokal yang sebelumnya, ayo dengan bersantai sejenak cobalah Sahabat merefleksikan diri. Siapa tahu ada salah satu dari pemakai Topeng Kekayaan disekitar Sahabat.

Biasanya orang yang menggunakan topeng diri ini dikarenakan bersumber dari kegagalan Kearifan Lokal memberi rasa aman dan nyaman emosi dirinya sendiri.

Takut tidak diterima, khwatir ditolak, takut dihina, cemas dengan apa yang mungkin dikatakan secara negatif oleh orang lain, rasa tidak aman tanpa ditunjang oleh rasa memiliki benda-benda yang menaikkan gaya hidup bahkan gengsinya, rasa tidak aman terhadap dirinya yang sekarang, namun ia sendiri pula  yang menciptakannya. Berikutnya terbentuklah rasa cemas akibat dari  keinginannya untuk menutup nutupi diri yang sesungguhnya.

Menggunakan benda-benda atau materi secara berlebihan dan tidak sebagaimana mestinya hanya untuk menunjukkan identitas dirinya kepada orang lain. Dengan benda-benda tersebut, orang yang menggunakan topeng ini ingin merasa lebih baik dan lebih tinggi kelasnya dibanding orang lain. Bentuk perilaku yang biasa muncul adalah menggunakan barang-barang yang mewah, namun tidak pada tempatnya. Barang-barang ini dapat berupa pakaian, asesoris perhiasan, asesoris badan, rumah, mobil, benda-benda perlengkapan kerja, dan masih banyak lainnya.

Jika perlu, orang-orang yang terobsesi ini rela berhutang bahkan korupsi atau melakukan apa saja yang bertentangan dengan hukum sekalipun agar dapat memenuhi seleranya untuk memiliki benda-benda yang berkelas tersebut. Orang-orang yang memakai topeng kekayaan akan cemas jika orang lain tidak tahu mengenai nilai dari barang-barang mereka yang telah mereka pergunakan. Oleh karena itu, tanpa sadar mereka sengaja untuk selalu membuat promosi atas barang-barang yang mereka miliki, karena barang-barang tersebut adalah Identitas mereka.

Sekali lagi, tanpa IEQ yang memadai manusia bisa salah jalan dan biasa saya sebut kena AIDS alias Arogan, Iri yang berkembang Dengki, Dendam, Serakah. Ini persepsi orang banyak bahwa Kekuasaan belum tentu mendatangkan Kekayaan namun Kekayaan biasanya mendatangkan Kekuasaan.

Pada kenyataannya banyak orang tidak pernah menyusun keyakinannya secara sadar dari lahir sampai mati. Dan bila Sahabat tidak menyusun sendiri secara sadar keyakinan yang Sahabat perlukan untuk menjadi kaya, sepertinya kita telah terjajah tanpa sadar oleh kata-kata “Uang adalah akar dari segala kejahatan” maka tanpa sadar pula kita menjadi kaya secara bertentangan hukum yang akhirnya menjadi jahat.

Saya  mengajak Sahabat, mari kita susun ulang lagi keyakinan kita atau susunan kata kita tentang uang ataupun tentang kekayaaan. Kita harus membuat bulat bahwa kaya dan banyak uang baik adanya. Contoh merubah keyakinan :

Keyakinan Lama:

  • Uang tidak dibawa mati.
  • Uang tidak bisa membeli cinta.
  • Uang tidak dapat menyelesaikan masalah.
  • Uang membuat persaudaraan rusak.

Kayakinan Baru:

  • Uang banyak bisa menolong orang yang hampir mati.
  • Betul uang memang tidak dibawa mati, makanya jauh lebih baik meinggalkan warisan daripada tidak meninggalkan apa-apa.
  • Betul uang tidak bisa membeli cinta, apalagi jika tidak punya uang sama sekali.
  • Betul uang tidak dapat menyelesaikan, tapi dengan uang yang banyak saya bisa menyelesaikan masalah dengan gaya yang tersendiri
  • Kurang uang adalah membuat orang rebutan warisan


Sekarang sudahkah Sahabat  susun kembali keyakinan-keyakinan Sahabat  yang sangat diperlukan untuk menjadi kaya? Jika belum, mari lakukan tindakan sekarang juga mulai dari hal yang paling kecil dan mulai dari diri Sahabat karena jika secara teori Sahabat mengerti tapi tidak mau mempraktekkannya maka tidak ada hasil yang akan Sahabat dapatkan.

Kekayaan bukanlah hanya sebuah keberuntungan, tapi keberhasilan milik orang yang berusaha tanpa lelah.

Jalan menuju KEKAYAAN, BAHAGIA & SUKSES; tidaklah selalu lurus. Ada tikungan yang bernama kegagalan, ada bundaran yang bernama kebingungan, tanjakan yang bernama teman, turunan yang bernama Balung Soge (Tulang Kaya), lampu merah yang bernama musuh, lampu kuning yang bernama keluarga, lampu hijau yang bernama Peluang. Anda akan mengalami ban kempes atau pecah.. Itulah hidup. Tapi bawalah ban serep yang bernama TEKAD bukan Nekad, mesin yang bernama KETEKUNAN, asuransi yang bernama IMAN, pengemudinya adalah TUHAN. Maka sampailah anda di daerah yg disebut KEKAYAAN, BAHAGIA & SUKSES... Selamat Datang. Baik ya! B)

No comments:

Post a Comment