If you get serious, you get stupid. Laughter is the close distance between two person.

Sunday, July 29, 2012

My coffee is steady

Ada sebuah ceremony sekumpulan orang setengah baya di rumah sang Guru, tepatnya sebuah acara reuni, para alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) yang Favorit, di Jakarta, bertemu kembali dengan rekan-rekan dan para guru-guru sekolah mereka. Mereka semua, baik para guru maupun murid SMA jaman dulu itu, terlihat keceriahan
memenuhi ruang mereka berkumpul. Para Guru nya sudah sepuh dan para muridnya pun sudah berkerja maupun berkarya, ada yang jadi pengusaha, profesional bahkan profesor.

Melihat para alumni membicarakan kesuksesan mereka, sang Guru yang sudah sepuh masuk ke dapur dan mengambil satu teko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari yang terbuat dari kristal, kaca, melamin, dan plastik.

Sang Guru menawarkan para muridnya (jaman dulu, sekarang sang murid sudah dewasa) untuk mengambil cangkir-cangkir yang tersedia dan mengisinya dengan kopi.

Setelah mengisi cangkirnya, sang Guru berkata,"Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya dan hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki."


***

Hidup ini, sesungguhnya bukan tentang apa yang Sahabat miliki atau tidak Sahabat miliki, akan tetapi tentang apa yang Sahabat lakukan atau tak lakukan.

Sekarang, bagaimana hidup Sahabat ? Apakah Sahabat sudah merasa bahagia ? Kalau saja, jawaban Sahabat belum, maka saya akan menunjukkan kiat yang sangat sederhana namun penuh makna, dan mudah untuk Sahabat praktekan dalam kehidupan sehari-hari, mulai sekarang, dari hal yang paling kecil dan dari diri Sahabat sendiri, ayo Sahabat mulai bersihkan jendela persepsi Sahabat dan rubahlah cara Sahabat memandang kehidupan ini.
Untuk itu, ada beberapa paradigma yang mudah, yaitu:

1. Bersyukurlah dengan masalah, karena setiap orang yang hidup pasti punya masalah bahkan orang mati pun masih membawa masalah. Masalah pun justru adalah suatu peluang untuk Sahabat berkembang bahkan maju. (asal jangan kebanyakan masalah, nanti malahan ga karuan). Masalah yang rumit hanya akan membawa Sahabat semakin kreatif, setuju ya... Kuncinya, hadapi dan kalahkan masalah dengan tenang.
2. Sahabat harus sabar sekaligus sadar bahwa kebanyakan masalah yang Sahabat  hadapi, sesungguhnya masalah kecil saja namun masalah tersebut seringkali membuat Sahabat pusing, sedih bahkan GALAU (kata anak muda) padahal setahun ke depan, Sahabat sudah lupa tuh karena masalah tersebut terlalu kecil, bukan ?
3. Untuk memposisikan suatu masalah, Sahabat buat sesuatu yang penting dan mendesak, sertakan argumentasinya. Jangan sampe masalah kecil membuat Sahabat  kebakaran jenggot (apalagi jenggotnya udah panjang, sayang kalau kebakar)
4. Sahabat  berusaha semaksimal mungkin dan buat yang terbaik sambil berserah kepada Tuhan karena usaha ada sepenuhnya dalam diri Sahabat sedangkan hasil sepenuhnya di tangan Tuhan.
5. Lakukan tugas, satu per satu sehingga semua Sahabat lakukan secara sadar dan sengaja. Hidup yang indah pun adalah melakukan pekerjaan satu per satu sambil mencurahkan hati dan perasaan Sahabat untuk masuk ke dalam apapun yang sedang Sahabat kerjakan. Nikmatilah ;)

Yuk...kembali ke pokok bahasan kopi, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang Sahabat nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus dan pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yang sangat keliru bahkan cenderung sesat...!

Kualitas hidup Sahabat ditentukan oleh Apa yang ada di dalam bukan Apa yang kelihatan dari luar. "Apa gunanya memiliki segalanya, namun Sahabat  tidak pernah merasakan Bahagia, tenang, damai, dan sukacita, di dalam kehidupan dunia ? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti Sahabat menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal!"

"Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.  Yang di minum kopinya maka yang penting rasanya Sob, selamat menikmati secangkir kopi kehidupan."

No comments:

Post a Comment