If you get serious, you get stupid. Laughter is the close distance between two person.

Wednesday, July 18, 2012

Prinsip Tuhan vs Prinsip Dunia

Mungkin, Sahabat sudah seringkali mendengar kalimat  ”uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang”, atau “Orang yang sudah meninggal pun masih membutuhkan uang” Memang tak dapat di sangkal, bahwa untuk hidup, kita semua membutuhkan uang . 


Banyak yang bilang bahwa Uang membuat persaudaraan
rusak, .namun kurang uang adalah membuat orang rebutan warisan bahkan dengan cara membunuh, sekarang mana yang lebih menyeramkan?

Ada lagi yang berkata bahwa uang tidak bisa membeli cinta, memang betul uang tidak bisa membeli cinta, apalagi jika tidak punya uang sama sekali.

Uang untuk sekolah, untuk makan, bahkan untuk masuk ke toilet pun Sahabat harus membayar, dan masih banyak lainnya.

Saya pun jadi teringat dengan sebuah kalimat sakti bahwa "Cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan demikian pula dengan Kekurangan uang adalah akar dari segala kejahatan" . Ayat tersebut merupakan salah satu prinsip untuk kehidupan kita, juga membantu kita dalam menyusun prioritas hidup kita. Memang terlihat bertolak belakang dengan prinsip di dunia ini, no money no life. Akan tetapi patut diingat bahwa perhitungan Tuhan bukanlah perhitungan yang biasa, namun sungguh luar biasa.

Pola pikir seseorang dalam memandang uang atau materi secara langsung akan mempengaruhi orang menjadi kaya atau miskin. Kenapa? secara tak sadar ada banyak persepsi orang dalam menilai uang atau materi. Masing-masing setiap orang akan memiliki keyakinan atau persepsi yang berbeda terhadap uang.

Otak manusia secara mendasar hanya mencari nikmat menghindari sengsara. Apabila sesuatu hal dikaitkan kesengsaraan maka kita akan dijauhi, apabila sesuatu hal dikaitkan dengan kenikmatan akan kita akan didekati, apabila campur baur satu hal yang sama antara kenikmatan dan kesengsaraan maka otak kita jadi bingung atau netral.

Pada kenyataannya banyak orang tidak pernah menyusun keyakinannya secara sadar dari lahir sampai mati. Dan bila kita tidak menyusun sendiri secara sadar keyakinan yang kita perlukan untuk menjadi kaya seperti kita terjajah tanpa sadar oleh kata-kata “Uang adalah akar dari segala kejahatan” maka tanpa sadar pula kita tidak menjadi kaya karena kita tidak ingin menjadi jahat.

Saya mengajak Sahabat mari kita susun ulang lagi keyakinan kita bersama atau susunan kata kita tentang uang ataupun tentang kaya. Sahabat harus membuat bulat bahwa kaya dan banyak uang baik adanya karena Tuhan berkeinginan semua orang menjadi kaya namun harus diperoleh secara jujur bukannya menipu.

Sebaiknya Sahabat menyusun prioritas hidup Sahabat dan menggunakan prinsip Tuhan dalam hidup:
1. Membangun hubungan pribadi Sahabat dengan Tuhan
2. Membangun pelayanan dan Kasih Sahabat di dalam keluarga dan lingkungan
3. Membangun pekerjaan Sahabat dengan jujur

Begitu banyak orang yang sudah menempatkan Tuhan di posisi paling atas dan mereka merasakan manfaatnya. Bagaimana dengan diri Sahabat saat ini? Pilihan berada di dalam diri Sahabat. Saya berharap Sahabat pun bisa merasakan berkat yang luar biasa dan kesuksesan di dalam hidup dengan menerapkan apa yang jadi prinsip di dalam Tuhan, maka semuanya itu pasti di tambahkan kepada Sahabat.

Sudahkah Sahabat susun sendiri keyakinan-keyakinan Sahabat yang sangat diperlukan untuk menjadi kaya? Jika belum, Mari lakukan tindakan sekarang juga, karena jika secara teori Sahabat mengerti tapi tidak mempraktekkannya maka tidak ada hasil yang akan Anda dapatkan.

Saya jadi ingat dengan seseorang yang tega menipu saya yang handycap. Sesungguhnya saya tidak rugi dengan tipuannya, hanya sedih jika uang itu ternyata diberikan kepada keluarganya, sungguh kasihan sekali. Ini sama saja dengan makanan yang awalnya sehat tapi sudah terkontaminasi lalu diberi makan ke keluarganya, bisa sakit !! Disisi lain, pelaku yang kondisi fisiknya normal apakah sudah tidak mampu lagi mencari uang dengan halal untuk keluarganya? Apakah pelaku sudah tidak punya malu lagi dengan kelakuannya tersebut? Rasanya aneh, jika pelaku kalah dengan penyandang cacat dalam mencari nafkah yang halal, ada sesuatu yang salah disini...!! Mungkin prinsip pelaku, mencari yang haram aja udah susah begini, apalagi mencari yang halal, cape deh...;)

Saya setuju dengan pendapat bahwa
ketika kehilangan uang, sebanyak apapun adalah kehilangan sedikit,
ketika kehilangan kesehatan adalah kehilangan banyak,
ketika kehilangan Integritas adalah kehilangan segalanya.

Janganlah menghianati Trust dan Komitmen dalam diri sendiri karena Diri Sendiri dan TUHAN adalah pihak pertama yang kena tipu Anda dan Tuhan yang bersemayam didalam hati Anda, soal uang sebaiknya akuntable dan transparan, hindari opini versus opini. Tunjukkan karakter dan Kecerdasan Emosi Sahabat (IEQ) melalui perbuatan, tindakan dan bukti bahwa Sahabat adalah orang Indonesia yang sejati.

Tuhan tidak pernah salah dalam memutuskan dan bertindak. Sebaiknya, Sahabat mau mengikuti Tuhan untuk menghindari Keserakahan dan mendapat berkat yang tidak terkira, keselamatan yang kekal sekaligus keselamatan hidup. Biarlah Sahabat menjadi orang yang memilih dan memiliki Tuhan dan bukan menentangNYA.

Ayo Sahabat tularkan sekaligus sebarkan IEQ alias Kecerdasan Emosi terhadap sesama agar tercipta kembali kehidupan yang penuh Kasih dan harmoni, persis dengan cita Tuhan Yang Maha Esa.

No comments:

Post a Comment